[50 Legends] Pavel Nedved : Tidak Bisa Hidup Tanpa Juve (Part 2) - The 50-Legends | signora1897.com - Signora1897
Subscribe:Posts Comments

You Are Here: Home » The 50-Legends » [50 Legends] Pavel Nedved : Tidak Bisa Hidup Tanpa Juve (Part 2)

Artikel ini merupakan lanjutan dari [50 Legends] Pavel Nedved : Tidak Bisa Hidup Tanpa Juve (Part 1)

31 Mei 2009, Menit 38’ babak kedua pertandingan antara Juventus melawan Lazio, tuan rumah masih unggul 2-0 atas tim tamu. Dari pinggir lapangan 4th Official mengangkat papan tanda pergantian pemain dari kubu Juventus. Pemain nomor 11 ditarik keluar digantikan oleh nomor 30. Seluruh stadion pun bergemuruh. Curva sud yang dihuni pendukung ultras dan terkenal garang pun beberapa sampai meneteskan air mata. Bagaimana tidak, hari itu seluruh tifosi Juventus di seantero jagat mengucapkan salam perpisahan dengan Pavel Nedved. Seorang pemain yang dicintai, dihormati & dibanggakan jutaan Juventini di seluruh dunia.

Sebuah banner bertuliskan “Noi tutti ti dobbiamo qualcosa in piu di un grazie” yang artinya “Kami semua berhutang lebih dari sekedar ucapan terima kasih” atau we all owe you something more than a thank you” adalah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan kekaguman Tifosi / kita semua terhadap Sang Legenda.

Laga terakhir Nedved pun terasa sangat special karena lawan yang dihadapinya adalah Lazio, tim yang membawanya ke Italia. Selain memakai ban kapten dalam pertandingan tersebut, Nedved juga seperti biasa) bermain bagus dan berkali-kali mengancam gawang Lazio. Pavel juga menyumbangkan satu assist kepada Iaquinta dalam laga tersebut. Saat Nedved ditarik keluar, Ia mendapat standing ovation dari semua penonton yang hadari di stadion & dipeluk rekan-rekan satu timnya. Usai pertandingan Nedved diberi kesempatan untuk melakukan lap of honour di stadion Olympico Turin. Sebuah moment yang sulit hanya digambarkan dengan kata-kata namun menunjukkan bagaimana Nedved begitu berarti bagi warga Juventus.

Usai pensiun Nedved pernah mengucapkan sebuah kalimat yang sangat terkenal, “Si può vivere senza calcio, ma non senza Juve” yang artinya “Anda bisa hidup tanpa sepak bola, tapi tidak tanpa Juventus”. Apa yang membuat Nedved begitu special bagi Juventus dan demikian pula sebaliknya?. Mari kita ikuti perjalanan Nedved selama 8 musim membela La Vecchia Signora.

Sebelum bergabung dengan Juventus, tidak sedikit kalangan yang menganggap Nedved hanya sebagai gelandang serang yang bagus, belum world class. Petualangannya Juventus lah yang akhirnya membuka mata dunia bahwa Nedved bukan hanya seorang pemain dengan kualitas nomor satu namun juga memiliki kepribadian baik di dalam maupun diluar lapangan, dihormati kawan maupun lawan.

Didatangkan pada musim panas 2001 untuk menggantikan Zidane, peran Nedved tidaklah mudah. Musim itu adalah musim ke tiga sejak 1998 Juventus tanpa gelar, hingga ambisi manajemen begitu tinggi. Pelatih Marcello Lippi dipanggil kembali menggantikan Carlo Ancellotti. Beberapa pemain bintang seperti Buffon, Thuram & Salas ikut didatangkan. Permasalahannya adalah saat itu Juventus memasuki masa peralihan dari mengandalkan seorang Trequartista (Zidane, 1996 – 2001) menjadi 4-4-2 yang lebih banyak mengandalkan permainan sayap. Semua pemain harus beradaptasi, termasuk Nedved dengan lingkungan barunya.

Tercatat Nedved butuh waktu kurang lebih 3 bulan, hingga pada giornata ke 13 untuk mencetak gol pertamanya bagi Juventus. Penampilan anak asuh Lippi sendiri di putaran awal tidak terlalu menggembirakan. Dari 17 pertandingan Juve meraih hanya 8 W, 7 D & 2 L. Baru diputaran kedua tim mulai padu dan permainan Nedved mulai membaik. Didukung dengan penampilan impresif Del Piero & Trezeguet, musim ini Juventus berhasil memenangkan scudetto dengan hanya unggul 1 point atas AS Roma (71 pts vs 70 pts). Kemenangan yang sampai sekarang dikenal dengan sebutan “5 Maggio” untuk mengolok-olok inter Milan. Di musim perdananya ini Nedved berhasil menyumbangkan 4 gol dalam 43 pertandingan di semua ajang. Selain mempersembahkan Scudetto, Nedved hampir memenangkan Copa Italia jika saja tidak kalah gol tandang dari Parma (agg 2-2) di partai final. Di Liga Champions sendiri penampilan Juventus masih jauh dari harapan, setelah tersingkir di babak second group stage.

Musim kedua Nedved di Juventus (02/03) adalah dimulainya catatan sejarah Nedved dengan Juventus. Musim ini Pavel bermain luar biasa. Berkat kreatifitas & kerja keras dari lini tengah Nedved berhasil mempersembahkan Scudetto kedua beruntun (27 bagi Juve) setelah finish di posisi pertama dengan 72 point, unggul 7 point atas inter milan di posisi kedua. Tidak hanya itu, Nedved juga membawa Juve berlaga di laga final Liga Champions setelah melewati Manchester Uniter, Barcelona & Real Madrid di semi final.

3 hari berselang setelah Nedved merayakan scudetto ke 27 Juve. Pertandingan leg kedua semi final menghadapi Real Madrid di kandang adalah pertandingan yang tidak akan pernah dilupakan Nedved. Sepanjang pertandingan Nedved bermain bagus, bahkan di menit ke 73’ Nedved mencetak gol melalui tendangan voly nan indah setelah sebelumnya berlari melewati Hierro & Salgado. Gol ini membawa Juventus unggul 3-1 dan Nedved melakukan selebrasi dengan berlutut di depan curva sud. Malam itu rasanya Juve sudah menjadi juara Liga Champions. Namun nasib berkehendak lain. Nedved kemudian harus menerima kartu kuning di menit ke 82’ setelah melanggar McManaman. Sebuah pelanggaran yang tidak perlu & harus dibayar mahal. Akibat kartu kuning ini Nedved terkena akumulasi kartu & tidak dapat tampil di Final menghadapi AC Milan. Usai pertandingan, Pavel sampai menangis tersedu-sedu dibahu Marco Di Vaio. Bermain tanpa bintang andalannya musim itu, Juventus harus rela menjadi runner up setelah kalah adu penalty atas AC Milan di Old Trafford. Nedved hanya bisa duduk terpaku melewati salah malam terburuk dalam hidupnya menyaksikan rival mereka merayakan gelar juara eropa. Banyak pihak yang meyakini, hasil pertandingan tersebut akan berbeda seandainya Nedved bermain malam itu.

Meski gagal memenangkan gelar Liga Champions, penampilan apik-nya musim itu dengan mencetak 14 gol dari total 45 pertandingan berhasil membuatnya dinobatkan sebagai peraih Ballon D’or pada desember 2003. Penghargaan tertinggi bagi seorang pesepakbola di benua biru. Nedved menjadi orang kedua asal Ceko yang pernah meraih penghargaan ini. Saat menerima penghargaan ini, dengan rendah hati Pavel berkata :

“Saya tidak pernah tertarik dengan penghargaan individu. Saat masih muda, ada banyak pemain yang skillnya lebih bagus dari Saya. Saya harus bekerja keras untuk meningkatkan kemampuan agar berada satu level dengan mereka. Cara bermain Saya sangat sederhana, rahasianya hanya bekerja dan terus bekerja.” Pavel Nedved

Salah satu kunci kebangkitan Nedved di musim keduanya ini adalah Marcello Lippi yang mengubah peran Nedved dari pemain sayap menjadi diamond midfielder. Posisi yang mirip trequartista ini memberi kebebasan kepada Nedved untuk bertahan dan menyerang.  Bersama dengan kedua penyerang di depan Nedved, Del Piero & Trezeguet menjadi trident yang menakutkan bagi setiap barisan pertahanan lawan. Saat berada di lini tengah, Nedved sulit dilewati pemain lawan berkat permainannya yang penuh energy & pantang menyerah. Musim 02/03 besarnya kontribusi Nedved dapat terlihat dari goal ratio Del Piero yang mencetak 1 gol setiap 117 menit dan Trezeguet yang mencetak 1 gol setiap 121 menit. Hingga akhir karirinya Nedved dikenal dengan kreatifitas, visi, energetic off-the-ball running dan tendangan jarak jauh mematikan dari luar kotak penalty. Pergerakannya di dalam kotak penalty juga sulit ditebak pemain bertahan, belum lagi kekuatan & balance Nedved membuatnya jarang kehilangan bola. Energi Nedved seperti Vidal, gaya berlari mirip Lichtsteiner & tendangan Nedved mirip sebuah meriam, The Chezh Canon.

Dimulai sejak selebrasi gol di depan Curva Sud sambil berlutut dan membuka kedua tangan, Nedved sudah mendapat tempat special di hati setiap Juventini. Di tahun 2006, skandal konspirasi Calciopoli yang mendegradasikan Juve ke serie B (baca : konspirasi) justru menaikkan status Nedved bersama beberapa pemain penting lain seperti Del Piero, Trezeguet, Buffon & Camoranesi menjadi lebih dari sekedar legenda. Zidane memang salah satu legenda bagi Juventus, tapi Zidane tidak ikut teruji untuk tetap setia saat tim yang dibelanya sedang terpuruk. Pemain-pemain bintang yang memilih bertahan membela Juve di serie B selalu mendapat tempat khusus di hati kami, dibandingkan legenda-legenda yang lain. Saat itu Nedved menjadi pemain kedua yang mendeklarasikan kesetiaanya kepada Juventus, yang pertama tentu adalah Del Piero.

“Saya akan bermain untuk Juventus, baik itu di Serie A maupun di Serie C” Pavel Nedved, 2006

Kesetiaan ini terbukti. Meski sudah menginjak usia 34 tahun Nedved mendapatkan banyak tawaran dari tim EPL, Liga Perancis, tim-tim asal timur tengah. Namun Nedved memilih untuk tetap bermain bagi La Vecchia Signora.

“Saya akan mengakhiri karir di Juventus. Ini adalah pilihan hidup, saya & keluarga sangat menikmati hidup di Turin. Saya merasa banyak berhutang kepada tim dan khususnya kepada keluarga Agnelli. Tidak ada bedanya Serie A & Serie B. Asalkan kita menyikapinya dengan benar, bermain di manapun tetap sepak bola. Target Saya sekarang adalah membawa Juve kembali ke Serie A se-segera mungkin. Karena disanalah Juve seharusnya berada.” Nedved, 2006

Meski ditinggal beberapa rekannya seperti Zlatan Ibrahimovic, Fabio Cannavaro, Zambrotta, Lilian Thuram, Adrian Mutu, Patrick Viera serta coach Fabio Capello, Juventus tampil luar biasa musim itu di Serie B. Meski terkena penalty 9 point Juve mampu finish di posisi pertama dengan 85 point hasil 28 W, 10 D & 4 L dan langsung promosi ke Serie A musim berikutnya bersama Napoli & Genoa. Nedved sendiri bermain di 36 pertandingan luar biasa dan menyumbangkan 12 gol musim itu.

Setelah menunaikan misi nya mengembalikan Juventus ke Serie A, Nedved sempat berpikir untuk pensiun. Niat ini kemudian diurungkan karena Pavel kini punya misi lebih besar, yaitu membawa Juve berlaga di Liga Champions. Musim 2007/2008 dibawah asuhan Ranieri, Nedved membawa Juve finish di posisi ketiga yang artinya Juve akan berlaga di Liga Champions. Namun lagi-lagi kecintaannya terhadap tim terus berlanjut, Pavel justru memperpanjang kontraknya setahun lagi bersama Juve.

Hari yang ditakutkan itu akhirnya tiba. Februari 2009 Nedved mengumumkan bahwa di akhir musim Ia akan gantung sepatu. Memang usia Nedved sudah 37 tahun, namun sama sekali tidak terlihat penurunan kualitas permainan layaknya pemain-pemain lain yang sudah uzur. Kecepatan, stamina & skill Nedved tetap prima hingga akhir karirnya.

“Hari ini Saya berhenti berlari dan ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga. Ini adalah hari yang sulit tapi juga indah karena Saya mendapat perhatian dari begitu banyak orang.” Nedved

Beberapa tahun setelah Nedved pensiun, terungkap sebuah cerita menarik yang menghubungkan Pavel dengan Mourinho. Ternyata menjelang akhir musim 08/09 Nedved pernah diajak oleh Mourinho untuk bergabung dengan inter milan. Hahaha in your dream jose!

“Saya sempat terkejut mendengar suaranya (Mourinho). Awalnya Ia memuji permainan Saya lalu mengatakan bahwa mereka butuh Saya untuk memenangkan Liga Champions. Ajakan ini langsung Saya tolak saat itu juga karena hati ini tidak akan pernah mengijinkan untuk bermain bagi inter. Saya sangat ingin memenangkan Liga Champions, tapi hanya dengan seragam hitam putih ini” Nedved

Setelah tidak bermain, Nedved lebih banyak menghabiskan waktunya dengan keluarga. Bisa dikatakan Pavel adalah seorang yang romantis. Ia menamai kedua anaknya Pavel & Ivana, sama dengan nama-nya dengan sang istri.

“Saya menamai kedua anak Saya Pavel & Ivanna, agar setelah Saya & Istri meninggal di dunia ini tetap ada sepasang Pavel & Ivanna yang saling mencintai” Nedved

Teman lama Nedved, Andrea Agnelli tidak membiarkan sahabatnya jauh-jauh dari Juve terlalu lama. Pada bulan Oktober 2010 Andrea berhasil mengajak Nedved kembali ke Juve dan duduk dalam jajaran dewan direksi (Board of Directors).

“Saya tidak rindu dengan sepakbola karena saat bermain sudah memberikan segalanya. Namun, ajakan dari President sungguh tak dapat ditolak” Nedved

Pertama kali Nedved bertemu dengan Andrea Agnelli adalah saat Andrea mengunjungi team bersama Sang Ayah, Umberto Agnelli. Saat itu Andrea berbicara dalam bahasa inggris kepada Nedved karena lupa bahwa Pavel sudah 5 tahun hidup di Italia dan mahir berbahasa italia. Pavel yang tidak mengerti bahasa inggris tidak mengerti apa yang diucapkan Andrea saat itu. Keduanya pun lantas tertawa dan persahabatan itu pun terjalin sampai sekarang.

“Saya tidak pernah melihat gelar yang sudah Saya raih, Saya lebih suka melihat ke depan” Nedved

Bersama Nedved sebagai pemain Juventus memenangkan 4 scudetto, 1 juara Serie-B & 2 kali Piala Super Coppa Italia. Sebagai Dewan Direktur, Juventus akan memenangkan lebih banyak lagi gelar layaknya sebuah tradisi.

_____________________________________________________________________________________________

Perjalanan Legenda asal Ceko di Juve masih panjang. 2 artikel dalam seri 50 Legenda ini tidak cukup untuk menceritakan kebesaran Pavel. Jadi untuk memperkaya tulisan ini, Anda dapat menambahkan apa saja, baik itu kesan ataupun kisah-kisah lain tentang Nedved pada bagian comment.

  • @andysilalahi

    Nedved :’(

  • imanstarr

    del piero adalah sosok yang paling dicintai kebanyakan juventini, kalo gw The Chezh Canon, Pavel Nedved. Berharap banget ada reingkarnasinya. huhu

  • http://didody.tumblr.com dody

    staminanya gak pernah habis. salah satu gol paling berkesan lupa lawan siapa, prosesnya ketika udah 1 on 1 vs. kiper neddy tendang keras, sukses diblok, ketika pemain lain biasanya panik menerima bola reboun, neddy menyepak lambung dgn tenang. gol. waktu sempit, style berkelas.

  • Uncale

    setelah baca artikel ini bener2 menitikkan air mata, NEDVED :’)

  • lulak

    Yg paling bikin terharu saat nedved bilang “hati ini tidak akan pernah mengizinkan saya bermain untuk inter” gilaaa setia bgt niih org, juventus udh mendarah daging bgt, saluut gw..

    • http://Enteryourwebsite... balthazor

      padahal dulu sempat maen dilazio, zidane jg bilang sekali juventino akan tetap juventino gw bingung knp yaaa,

      • http://Enteryourwebsite... aing

        tapi sayangnya si zidane bukan juventino sejati :(

  • Egi Yonprili

    mantap bro,sampe merinding bacanya.
    Nedved,berharap ada reinkarnasinya. :(

  • Diansyah

    Gw msih inget smpe skrg kjadian yg sma mc manaman,,

    And I still hate him..

  • agung pw

    andai nedved main di final liga champion waktu itu.
    milan pasti nangis :’)

  • sin

    inget banget nonton final lawan milan, gw nangis subuh-subuh, juventus kalah. andai nedved main :(

  • http://www.deniped-ped.blogspot.com deni

    ya, bener. waktu pagi stlah final chmapion nglawan milan bawaanya murung trus, untung aja dpt glar individu. yg paling gw kangenin, selebrasi stlah nedved ctak gol lwat tndangan cannon-nya, expresinnya selalu meledak2 n bikin penonton merasa “hidup” kembali. miss you, nedved! :’)

  • Agun

    “Anda bisa hidup tanpa sepak bola, tapi tidak tanpa Juventus” (Nedved) #FORZAJUVE

  • didit

    Paling2 gw inget wktu Serie-A dan LC musim 02/03. Yg mna Nedved membantu Juventus dgn meraih Scudetto dan mengantar Juventus Finish sbg runner-up LC. Itu merupakan moment trbaik Nedved brsma Juventus!

    GRAZIE! PAVEL NEDVED 11 the Canon Shoot!

  • charlesh

    nanti kalo punya anak gw psti namain pavel..grazie nedved :”)

  • http://RudyRizznady Rudy Rizznady

    juventus tak akan lepas dari nama PAVEL NEDVED

  • Gama Adi

    “Saya akan bermain untuk Juventus, baik itu di Serie A maupun di Serie C” Pavel Nedved, 2006
    ini yang dinamakan pemain berkelas yang setia…

  • prince juve

    salut buat Nedved…..

  • prince juve

    Saya sangat ingin memenangkan Liga Champions, tapi hanya dengan seragam hitam putih ini” Nedved

    keren bgt…. bangga gw jadi JUVENTINI, punya pemain bintang yg setia

  • prince juve

    pemain dgn skill sempurna. kaki kanan dan kirinya sama kuatnya, hebat duel udara, dan dapat mengumpan dgn baik…. LOVE YOU PAVEL NEDVED

  • prince juve

    @ dody : waktu lawan piacenza gan…… JUVE 2-0 Piacenza
    emang berkelas ye…. sundulan ok, kaki kanan atau kiri, mau kenceng atau pelan ga masalah….
    bangga gw jadi fansnya dia, sebenernya gw udah suka Nedved saat dia bela LAZIO dan yg bikin Juve keteteran adalah NEDVED… makin Suka gw saat Juve meminangnya…. Best NEDVED….. FORZA JUVE

  • http://onemerchandise.net iwan

    Sialan….!

    tiba2 jd kangen sm sosok yg satu ini….  T_T

  • http://Enteryourwebsite... adityahadi

    Gw belom lahir di masa jayanya Del Piero, dan ketika gw mengenal sepakbola dan Juve, that’s Nedved’s Era … and i really proud to know this guy !!

    Ada yang bikin gw salut sewaktu pertandingan apa gitu, Nedved jatuh di kotak penalti lawan, wasit nunjuk titik putih, tapi dia nolak karena katanya dia cuma kepeleset. Fair Play !!

  • marthin

    “Hati saya tdk dapat mengikinkan saya bermain untuk Inter” terharu gw denger kalimat ini.

    I Love Nedved.

  • http://Enteryourwebsite... yoga

    woyy denger tuh interishit…
    punya gak legenda cinta mati ky gini???

  • http://Enteryourwebsite... rano bambang

    nedved…unforgotten legend…..
    salam untk juventini semuanya
    forza juve…

  • gani

    tidak ada kata kata yg mampu kuungkapkan untuk sang legenda pavel nedved
    dia terlalu indah

  • http://Enteryourwebsite... kebo

    Living legend.
    kalo kebanyakan anak kecil Juventini seangkatan gue minta jersey ADP10, gue dulu minta nedved11 karena ngeri liat semangat mainnya :”) semoga sebagai direksi,dia bisa nularin semangat dan kesetiaan Juvenya!

  • rasyidal

    waaa, idola gw dari zaman maen di lazio udh keren, pas maen di juve lebih keren, padahal juve ga juara champions tapi nedved dapet ballon d’or, legend bangettt, rambutnya yg pirang, tendangannya yg terkenal” the czech cannon”, napas kuda, mata biru, berani turun sampe lini belakang trus lari ke lini depan lagi, visi bermain yg jempol abis.
    ga kebayang kalo nedved duet ama zidane-conte ditengah trus strikernya inzaghi-ale, kipernya buffon, bek chiellini-ferara-montero, legend!!!
    mudah2an ada penerus nomor 11 di posisi 11 :-D

© 2012 Signora1897 · Subscribe:PostsComments · Designed by Theme Junkie · Powered by WordPress